Strategi Pemasaran Efektif

Mengulas sedikit permasalahan dalam Pengambilan keputusan konsumen adalah bagaimana konsumen memecahkan permasalahan yang diarahkan pada sasaran, konsekuensi yang digunakan dalam rantai arti-akhir. Pemecahan masalah konsumen merupakan kesinambungan diantara faktor lingkungan, proses kognitif dan afektif, serta tindakan perilaku. Aspek pengetahuan(kognitif) dan afektif yang diaktifkan memiliki dampak langsung pada pemecahan masalah:

  1. tujuan konsumen
  2. pengetahuan tentang alternatif pilihan dan kriteria pilihan
  3. tingkat keterlibatan konsumen

Tujuan Konsumen

Hierarki tujuan konsumen terhadap suatu permasalahan memiliki pengaruh kuat terhadap proses pemecahan masalah. Jika konsumen memiliki hierarki tujuan yang terdefinisi dengan baik dalam ingatannya, maka tujuan tersebut dapat diaktifkan dan rencana keputusan yang terkait akan dilakukan secara otomatis.

Dampak Keterlibatan dan Pengetahuan

Proses pemecahan masalah konsumen sangat dipengaruhi oleh jumlah pengetahuan produk yang mereka dapatkan melalui tingkat keterlibatan dengan produk saat proses pemilihan. Pengetahuan dan alternatif pilihan serta kriteria pilihan yang diaktifkan mempengaruhi kemampuan konsumen menciptakan suaru rencana keputusan yang efektif

Dampak LIngkungan

Lingkungan ikut berperan dalam mempengaruhi pengambilan keputusan konsumen seperti:

  1. Gangguan yang mucul ketika informasi yang tidak diharapkan muncul dari lingkungan.
  2. Rangsangan lingkungan yang mencolok
  3. Pengaruh suasana hati dan kejadian psikososial.
  4. Konflik saat proses pengambilan keputusan berlangsung.
  5. Dampak penyelaan pemecahan masalah tergantung pada proses penerjemahan oleh konsumen.

Implikasi pada Strategi Pemasaran yang Efektif

Pemasar mengembangkan strategi pemasaran efektif untuk mengetahui jenis proses pemecahan masalah yang digunakan konsumennya dalam membuat keputusan pembelian. Pemasar menentukan segmen pasar sekaligus, masing-masing dengan proses pemecahan masalah yang berbeda-beda, mengembangkan multistrategi untuk mempengaruhi hasil-hasil keputusan yang berbeda.

  1. Perilaku Pilihan Terutinisasi,

Pada posisi ini pemasar dibedakan menjadi 2 berdasarkan pangsa pasarnya. Pemasar dengan pangsa pasar besar harus terus memelihara agar merek mereka tetap ada pada set yang dibangkitkan dalam benak segmen pasar yang paling menjanjikan. Sebaliknya pemasar dengan pangsa pasar rendah harus berupaya menyela proses pemecahan masalah otomatis konsumen. Tujuannya adalah untuk menarik konsumen ke tingkat pengambilan keputusan terbatas yang lebih terkontrol dan disadari, yang memasukkan merek baru tersebut ke dalam set yang dipertimbangkan.

2. Pengambilan Keputusan Terbatas

Pemasar membuat strategi pemasarannya adalah menyediakan informasi tambahan agar tersedia bagi konsumen ketika dan dimana mereka membutuhkannya. Peran media iklan dapat membantu meningkatkan kesadaran utama ke dalam set yang dibangkitkan dari alternatif pilihan pada awal proses pengambilan keputusannya.

3. Pengambilan Keputusan Ekstensif

Pengambialn keputusan konsumen dalam pemecahan masalah ekstensi biasaya lebih sedikit, meskipun demikian ketika konsumen benar-benar terlibat dalam pengambilan keputusan ekstensif pemasar harus menyadari memuaskan kebutuhan informasi konsumen. Keputusan ekstensif artinya konsumen memiliki tingkat pengetahuan yang rendah, konsumen membutuhkan informasi tentang segala sesuatu termasuk tujuan akhir mana yang penting, alternatif pilihan mana yang relevan, kriteria pilihan mana yang tepat, dan lain sebagainya. Selain iklan, media lini bawah pun menjadi pilihan bagi pemasar untuk mendampingin iklan yang sangat informatif seperti brosur.

Submit comment


*

Allowed HTML tags: <a href="http://google.com">google</a> <strong>bold</strong> <em>emphasized</em> <code>code</code> <blockquote>
quote
</blockquote>